Daftar WIsata Museum di Jogja II


Museum Biologi UGM
21. Museum Biologi UGM adalah museum khusus atau museum pendidikan yang memiliki benda-benda hayati dan benda-benda lainnya yang berhubungan dengan lingkungan hidup. Museum Biologi UGM dirintis semenjak terbentuknya Museum Zoologicum pada tahun 1964, yang menempati salah satu rauang di Sekip, Sleman, DIY di dalam kampus UGM, yang dipimpin oleh Prof.drg. R.G. Indrojono dan koleksi herbarium yang menempati sebagian gedung di Jalan Sultan Agung 22 Yogykarta yang dipimpin oleh Prof.Ir. Moeso Suryowinoto.
Pengelolaan keduanya ditangani oleh Fakultas Biologi UGM, yang pada waktu itu bertempat di nDalem Mangkubumen, Ngasem, Yogyakarta yang lebih dikenal dengan nama Fakultas-fakultas “Kompleks Ngasem”. Koleksi hewan dan tumbuhan pada waktu itu berasal dari Seksi Zoologi dan Anatomi Fakultas Kedokteran UGM dan Seksi Botani Fakultas Pertanian UGM.
Atas prakarsa Dekan Fakultas Biologi UGM yang pada waktu itu dijabat oleh Ir. Soerjo Sodo Adisemoyo pada tanggal 20 September 1969 yaitu dalam peringatan Dies Natalis Fakultas Biologi UGM, Museum Biologi diresmikan. Museum tersebut merupakan penggabungan dari Museum Zoologicum dan Herbarium dengan menempati Gedung di Jalan Sultan Agung 22 Yogyakarta. Museum Biologi memiliki koleksi spesimen hewan dan tumbuhan dalam bentuk awetan kering, awetan basah serta fosil yang berasal dari daerah di Indonesia dan beberapa dari luar negeri. Koleksi museum tersebut digunakan sebagai sarana studi dosen, mahasiswa, pelajar dan umum.
Alamat : Jl. Sultan Agung 22 Yogyakarta
Buka  :
Pk. 07.30 – 13.30 WIB (senin – kamis), Pk. 07.30 – 11.00 WIB (Jumat),
Pk. 07.30 – 12.00 WIB (Sabtu & Minggu)
Tiket Rp. 1.500 (Pelajar), Rp. 2.000 (turis lokal), Rp. 5.000 (turis mancanegara)
Telp : 0274 - 376740
web : asosiasimuseumindonesia.org/anggota/179-museum-biologi-ugm.html

Museum Geoteknologi Mineral
22. Museum Geoteknologi Mineral merupakan salah satu museum pengetahuan yang berkaitan dengan ilmu kebumian mulai dari bidang Geologi, Pertambangan, dan Perminyakan. Berbagai macam koleksi bebatuan, fosil, mineral, aktivias kegunung apian, aktivitas kegempaan,  gambar hingga replika kerangka ditampilkan di Museum ini. Salah satu koleksi museum yang paling terkenal ialah fosil tengkorak gajah purba atau Mastodon SP yang hidup di zaman Pliosen atas, yang telah berumur 500- 1500.000 tahun. Mastodon SP ini dulunya ditemukan di daerah Bumiayu Jawa Tengah. Museum ini diresmikan pada tanggal 21 Februari 1988 oleh Menhankam RI Jenderal (Purn) Poniman dan memiliki tiga ruang pameran seperti ruang pamer satu, ruang pamer dua, dan ruang audio visual. Dalam ruang pamer satu, berbagai macam koleksi seperti gambar, maket, fosil, aktivitas kegunungapian, kegempaan, dan beberapa jenis bebatuan mineral ditampilkan dalam ruangan ini sedangkan dalam ruang pamer dua, berisi segala macam koleksi miniatur mengenai kegiatan penambangan. Disini, anda juga dapat melihat Miniatur Pertambangan Lepas Pantai yang berada di Indonesia. Selain itu ruangan ini juga menyuguhkan dengan berbagai macam perlengkapan peralatan pekerja tambang dan pengamannya. Untuk ruang audio visual, disini andaakan disuguhkan dengan pemuturan film dokumenter yang berhubungan dengan kegiatan pertambangan tadi.
Alamat : Kompleks Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" di Jl. Babarsari No. 2, Tambakbayan, Yogyakarta
Buka 08.00 – 14.00 (Senin – Jumat)
Tiket : Gratis
Telp : 0274 – 486991


Museum Kayu Wanagama
23. Museum Kayu Wanagama berdiri pada tahun 1995. Museum kayu ini terletak di hutan pendidikan Wanagama, Gunungkidul, Yogyakarta. Museum ini berdiri atas ide yang diprakarsai oleh dua staf dosen Universitas Gajah Mada, yaitu Prof. Dr. Ir. Hj. Oemi Hani in Soeseno dan Ir. Etty Suliantoro Sulaiman bersama Perum Perhutani. Ide ini mucul setelah kedua dosen ini mengikuti Pameran Museum Antropologi di Perancis dan pendirian Jati Centre di Cepu. Museum ini kemudian diresmikan pada tanggal 8 Agustus 1998 oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Menteri Kehutanan RI, Ir. Muslimin Nasution.
Bentuk unik bangunan museum yang berupa dua buah rumah kayu buatan tahun 1880 ini merupakan sumbangan dari Perum Perhutani. Rumah kayu ini lalu dirombak menjadi satu bangunan dalam bentuk rumah panggung. Lantai dan dinding bangunan ini dibuat dari bahan kayu jati , sedangkan atap dari genteng tanah.Rumah panggung ini awalnya  merupakan bekas kantor Arjun Semarang Timur yang dibuat pada tahun 1806 di Kedungjati. Baru pada tahun 1994 bangunan tersebut dipindah ke Wanagama.
Alamat : Jl. Jogja - Wonosari Km 30 Banaran Playen Gunung Kidul Daerah Istimewa Yogyakarta
Telp : (0274) 545639
Buka :
Senin-Minggu : Pukul 08.00-14.00
Jumat : Pukul 08.00-11.00
(Hari besar nasional dan hari Minggu tutup)
Tiket : Belum ada loket tiket
Web : wanagama.museumjogja.org


Gembiraloka Zoo
24. Atas perkenan Sultan Hamengku bowono IX tahun 1933 direncanakanlah “Kebun Rojo” yang merupakan tempat hiburan. Dalam perencanaan ini di bantu oleh Ahli bangsa Belanda Ir. Karsten dan Ahli berkebangsaan Austri Kohler. Pembangunan ini berjalan cukup panjang dikarenakan Perang Dunia Ke II dan Pendudukan Jepang. Pada masa itu juga terjadi perpindahan administrasi Ibukota Republik Indonesia dari Jakarta ke Yogyakarta.
Tahun 1949 Sekretaris Jendral Kementrian berpindah kembali ke Jakarta. Atas inisiatif Januismadi dan Hadi, SH.untuk memberikan kenang kenangan tempat hiburan untuk masyarakat Yogyakarta.tahun1953 rencana pendirian Kebun Rojo dapat terealisasi yaitu dengan berdirinya Yayasan Gembira Loka. Akta pendirian ini dikukuhkan oleh notaris R.M. Wiranto, No 11 tertanggal 10 September 1953, yang sekaligus merupakan peresmian Museum Kebun Raya dan Kebun binatang Gembira Loka. Dalam akta pendirian itu tersebutlah Sri Paduka Paku Alam VIII sebagai Ketua Yayasan.

Tahun 1955, Hargowongso terpilih sebagai konstruktor untuk peletakan tapak dan tahun1959 dilanjutkan oleh Tirtowinoto sebagai pengembangan dan pembangunan. Tahun 1975, Gembira loka dinyatakan Mandiri. Gembiro Loko memiliki banyak fasilitas yang dapat dimanfaatkan oleh pengunjung dan masyarakat umum. Sampai tahun 2000 tercatat koleksi binatang sejumlah 31i, terdiri atas 25 Jenis Reptilia, 54 Jenis Aves, 53 Jenis mamalia dan 179 jenis Pisces. Koleksi tumbuhan tidak kurang dari 60 spesies tanaman langka.
Alamat : Jl. Kebun Raya No. 2 Yogyakarta 55171
Buka Pk. 08.00 – 17.00 WIB (Setiap Hari)
Tiket Hari Biasa : 25.000 - Rp 30.000 (2016)
Telp : 0274 – 373861, 374792
Web : www.gembiralokazoo.com

Museum R.S. Mata "Dr. Yap"
25. Museum R.S. Mata "Dr. Yap" diresmikan 1997 oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X. Sebagian besar koleksi berhubungan dengan peralatan kedokteran bagian mata, peralatan rumah tangga, foto, lukisan, buku dan benda elektronik yang berjumlah lebih dari 900 buah. Museum ini menempati areal di lingkungan Rumah Sakit RS Mata Dr Yap dengan luas tanah 246 meter persegi. Ruang museum tersebut belum diatur sesuai standart museum, sehingga pengunjung mesti lebih bersabar dan cermat dalam meneliti ataupun melihat koleksi-koleksinya.
Menurut Dwi Anna Sitoresmi selaku pengelola, museum swasta yang berstatus Museum Khusus ini, memang belum dibuka secara resmi untuk masyarakat umum. Tapi siapapun, sudah tentu akan diijinkan untuk masuk dan melihat-lihat isi museum yang konon koleksinya tidak akan ditemui di lain tempat. Ruang museum terbagi dalam empat bagian yaitu Ruang Perpustakaan, memuat buku-buku bahasa, sastra, seni, sejarah, opthalmologi, dan lain-lain. Menurut data, setidaknya ada 934 judul buku dengan jumlah eksemplar sebanyak 939 buku. Kemudian ada Ruang Tidur yang berisi barang-barang antik dan foto-foto keluarga Dr. Yap Hong Tjoen. Ruang Alat-alat Makan, serta Ruang Alat-alat Kedokteran Opthalmologi.
Alamat : Jl. Cik Di Tiro 5, Yogyakarta
Buka : Senin-sabtu Jam 09.00-15.00 (Hari besar nasional dan hari Minggu tutup)
Tiket : Gratis
Telp : 0274-547448, 550380, 562054
Web : www.rsmyap.com

Museum Candi Prambanan
26. Museum Candi Prambanan
Alamat : Taman Wisata Candi Prambanan - Kompleks Taman Wisata Candi Prambanan Jl. Candi Sewu, Tlogo, Kec. Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah
Buka 08.00 - 17.00

Museum Batik "Ciptowening"
Dua joglo berukuran besar berdiri kokoh diantara rumah-rumah penduduk. Bentuknya masih menampakkan keasliannya dengan kayu-kayu jati sebagai penyangga, serta rusuknya menambah kesan gagah meski dikelilingi rumah-rumah berkesan modern. Konon joglo tersebut telah berusia di atas 150 tahun. Sementara sebuah lorong penghubung dari pintu masuk dengan wujud tradisional melengkapi keaslian rumah joglo ini.
Rumah joglo yang hampir 30 tahun dibiarkan menganggur itu, kini dimanfaatkan menjadi Museum Batik "Ciptowening" . Berbagai koleksi batik dengan beragam motif ada disini. Museum Batik Ciptoweing yang merupakan meseum pribadi milik Linda Heri Diyana Bondan ini menyimpan dan memamerkan lebih dari 200 koleksi batik kuno asal Bantul dan sekitarnya. Bahkan sebelum gempa 2006, terdapat pula koleksi kain batik yang berusia lebih dari 100 tahun. Konon kain batik ini pernah dikenakan oleh Paku Alam VII serta Paku Alam VIII.
Menurut pengelola Museum Batik Ciptowening, Rahayuningsih, kain batik yang pernah dikenakan oleh Paku Alam VII dan Paku Alam VIII tersebut, kini disimpan di kraton Yogyakarta, karena dikhawatirkan akan rusak. Apalagi saat gempa llau, beberapa bagian museum mengalami kerusakan.
Pendirian museum batik ini berawal dari gagasan GKR Hemas, Ny. Suliyantoro Sulaiman serta Linda Heri Diayana Bondan. Mereka ingin secara nyata berupaya melestarikan warisan budaya, serta untuk lebih mengenalkan batik kepada generasi muda. Sehingga ke depan batik akan selalu dicintai dan dilestarikan oleh generasi muda.
Alamat : Dusun Giriloyo, Desa Wukirsari RT. 02 / RW. 20, Imogiri, Wukirsari, Kec. Bantul, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta
Web : sentrabatiktulisyogyakarta.com
Telp : 0852-1599-7478
Tiket : Gratis
Buka : Selasa – Minggu Jam 09.00 - 15.00


Museum Anak "Kolong Tangga"
27. Museum Pendidikan dan Mainan Kolong Tangga, atau dahulu bernama Museum Anak "Kolong Tangga" dan lebih sering disebut dengan Museum Kolong Tangga, merupakan museum mainan pertama dan satu-satunya di Indonesia. Museum Mainan Anak ini diberi nama “Kolong Tangga” karena letaknya berada tepat di bawah tangga menuju concert hall Taman Budaya Yogyakarta. Walaupun ukurannya kecil, museum ini memiliki 400 koleksi mainan dari seluruh Indonesia dengan interior berwarna-warni cerah dan penuh dengan cahaya. Museum ini diprakarsai oleh Rudy Corens seorang warga Belgia yang bekerjasama dengan Yayasan Dunia Damai pimpinan Poppy Dharsono.
Hanya dipamerkan koleksi mainan tradisional karena para pendiri Museum Anak Kolong Tangga menginginkan agar anak-anak Indonesia selalu mengenal tradisi dan budaya bangsa sendiri, yang salah satunya adalah melalui mainan dan permainan.  Mereka percaya bahwa  mainan dan permainan tempo dulu sangat jelas sekali sarat muatan pesan moral –nya yang  dapat dijadikan panutan dalam hidup dan bermasyarakat. Selain itu, mainan anak tempo dulu juga merupakan media yang tepat untuk belajar, baik materi, proses dan bahkan fungsi dari mainan itu sendiri.
Selain koleksi mainan, museum ini juga memiliki Perpustakaan Museum bernama 'Burung Biru' yang berlokasi di sekretariat Kolong Tangga di Demangan Kidul GK I/19 dan terbuka bagi siapa saja terutama anak-anak. Di Perpustakaan Burung Biru ini setiap dua kali seminggu pada sore hari semua anak bisa datang untuk membaca buku, mendengarkan dongeng ataupun menyaksikan sejumlah film anak.
Alamat : Teras lantai II, Taman Budaya Yogyakarta Jl. Sriwedani No. 1 Purwokinanti Pakualaman Yogyakarta Daerah Istimewa Yogyakarta, Ngupasan, Gondomanan, Daerah Istimewa Yogyakarta
Buka :
Senin: TUTUP
Selasa - Jumat : 09.00 - 13.00 WIB
Sabtu, Minggu : 09.00 - 16.00 WIB
Tiket : Rp. 2.500 ( Dewasa ) Gratis ( anak < 15th)
Telp : (0274) 561914
Web : museumindonesia.com/museum/1/1/Museum_Mainan_Anak_Kolong_Tangga_Yogyakarta


Museum Karbol TNI AU
28. Dengan dasar pertimbangan penentuan lokasi museum berada di Yogyakarta , Kepala Staf TNI Angkatan Udara mengeluarkan keputusan No. Kep/11/IV/1978 tanggal 17 April 1978 yang menetapkan bahwa Museum Pusat AURI yang semula berkedudukan di Jakarta dipindahkan ke Yogyakarta, diintegrasikan dengan Museum Karbol TNI Angkatan Udara menjadi Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala dengan memanfaatkan bekas gedung Link Trainer yang berada di kawasan kesatrian AKABRI Bagian Udara. Operasi boyong perpindahan benda-benda koleksi museum dari Museum Pusat AURI di Jakarta ke Yogyakarta (AKABRI Bagian Udara) telah mulai sejak Nopember 1977. Penyempurnaan selanjutnya setelah pengintegrasian adalah keluarnya Keputusan Kasau Nomor : Skep/04/IV/1978 tanggal 17 April 1978, tentang pemberian nama Museum Pusat TNI AU ”Dirgantara Mandala”.  Hal ini dilaksanakan bersamaan dengan peresmian Museum Sekbang Pertama 1945 yang berlokasi di dekat Base Ops Lanud Adisutjipto.
Koleksi-koleksi Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala terus berkembang terutama alutsista udara berupa pesawat terbang, sehingga gedung museum di Kesatrian  AKABRI Bagian Udara tidak dapat menampung. Pimpinan TNI AU memutuskan untuk memindahkan lagi, selanjutnya museum dipindahkan menempati gedung bekas pabrik gula di Wonocatur Lanud Adistujipto. Sebagai tanda dimulainya pembangunan/rehabilitasi gedung tersebut, maka pada tanggal 17 Desember 1982 Kepala Staf TNI AU Marsekal TNI Ashadi Tjahjadi menandatangani sebuah prasasti. Hal ini diperkuat dengan  Surat Perintah Kepala Staf TNI AU No. Sprin/05/IV/1984 tanggal 11 April 1984 tentang rehabilitasi gedung bekas pabrik gula tersebut untuk dipersiapkan sebagai gedung permanen Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala, yang kemudian diresmikan pada tanggal 29 Juli 1984 oleh Kepala Staf TNI AU Marsekal TNI Sukardi, dengan luas area museum seluruhnya + 8,2 Ha. Luas bangunan seluruhnya yang digunakan 8.765 M2. Tempat ini yang hingga sekarang dipergunakan sebagai museum dan telah dilakukan beberapa kali renovasi dalam rangka penyempurnaan sehingga menjadi tempat yang layak sebagai sebuah museum.
Alamat : Kompleks AAU Landasan Udara Adisucipto, Jl. Kolonel Sugiono, Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta
Buka : 08.30 - 15.00 ( Senin tutup )
Tiket : Rp. 3.000
Telp : (0274) 564466
Web : wap-dirgantara.mywapblog.com/museum-pendidikan-karbol-di-akademi-angk.xhtml

Museum Tani
29. Museum Tani Jawa Indoinesia
Museum Tani Jawa Indonesia ini menyimpan berbagai alat pertanian tradisional jawa, khususnya alat pertanian yang dipakai oleh masyarakat di Yogyakarta. Di dalam Museum ini terdapat sekitar 620 buah koleksi. Koleksi tersebut terdiri dari alat masak dan alat pertanian yang berasal dari batu, besi, bambu, kayu, dan aluminum mulai dari tahun 1930-an, bahkan terdapat lesung dari tahun 1920-an. Berbagai macam alat yang menjadi koleksi di museum ini antara lain lesung, lumping, sabit/arit, luku/bajak, garu, grobak, cangkul, keranjang, wajan, cowek, ani-ani, caping, gosrok dan genthong.

Museum didirikan dengan maksud sebagai objek wisata pelengkap Desa Wisata Candran yang menawarkan berbagai macam kegiatan yang menarik dan edukatif. Dengan adanya desa wisata ini diharapkan dapat menambah  atau memperjuangan kesejahteraan perekonomian petani pada saat mereka tidak panen. Desa Wisata ini dapat menjadi  tempat untuk  belajar tradisi budaya  tani untuk wisatawan dalam negeri maupu mancanegara. Kerja sama yang dijalin dengan biro perjalanan seperti Asia Link dan Accor group sangat membantu Museum Tani Jawa dalam mendatangkan tamu-tamu dari berbagai negara, yang jumahnya mencapai sekitar 1000 orang pertahunnya. Adanya Desa Wisata Candran ini turut membantu terwujudnya tujuan didrikannya museum tersebut, diantaranya adalah mewariskan nilai-nilai perjuangan petani bagi generasi penerus, nilai-nilai yang rendah hati, selalu bersyukur kepada sang Pencipta dalam keadaan apapun, dan selalu berusaha demi kesejahteraan rakyat.
Alamat : Candran, Desa Wisata Kebonagung, Imogiri, Bantul, Yogyakarta
Buka Pk. 08.00 – 15.00 WIB (Senin – Minggu)
Tiket : Sukarela
Telp :  0274 – 7865311, 7892762
Web : tanijawa.museumjogja.org


Museum Sandi
30. Museum Sandi didirikan atas prakarsa Kepala Lembaga Sandi Negara Mayjen TNI Nachrowi Ramli dan Sri Sultan Hamengku Bawono X pada tahun 2006. Pembangunan museum ini sempat terkendala bencana gempa pada bulan Mei 2006, sebelum akhirnya diresmikan pada tahun 2008. Awalnya, museum ini berbagi gedung yang sama dengan Museum Perjuangan di kawasan Mergangsang. Pada tahun 2014, museum Sandi sekarang pindah lokasi di Kotabaru, menempati gedung lama milik AURI yang sudah tidak terpakai. Bangunan ini memiliki 2 lantai dengan 9 ruang display yang menyimpan berbagai benda bersejarah sejak masa perang kemerdekaan.

Museum ini menempati bangunan dimana pada tahun 1947 digunakan sebagai kantor Kementerian Luar negeri. Koleksi dari Museum Sandi ada buku kode, tas kode, meja dan kursi yang digunakan pada tahun 1948, mesin sandi dan masih banyak lagi. Selain mendapatkan ilmu mengenai sejarah persandian pada masa agresi militer I dan II museum ini juga mengenalkan bagai mana cara membuat pesan sandi (kriptografi) secara sederhana. Pengunjung yang masuk tidak dikenakan biaya, cukup mengisi buku tamu secara digital yang akan dipandu oleh edukator yang cerdas dan ramah.
Alamat : Jl. Faridan M. Noto No. 21, Kotabaru, Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta
Buka 09.00 - 12.00
Telp : (0274) 556921
Tiket : Gratis
Web : museumsandi.blogspot.co.id

Museum Parangtritis Geomaritime Science Park
31. Museum Gumuk Pasir Pantai Parangtritis
Gumuk pasir, sebuah panorama alam dengan keindahan luar biasa, berupa gunung-gunung pasir pantai yang setiap saat dapat berubah bentuknya menur uti kemana arah angin membawa pasir pantai. Panorama ini layak dikagumi. Tidak semua wilayah tropis memiliki gumuk pasir seperti dipesisir parangtritis ini. Hanya Meksiko dan Indonesia saja yang memiliki gumuk pasir di kawasan tropis.
Museum Gumuk pasir hadir sebagai laboratorium geospasial pesisir Parangtritis, ruang pamer berbagai benda berkaitan dengan ekosistem pesisir pantai. Berbagai jenis bebatuan, pasir, herbarium, dan kekhasan kehidupan pantai menjadi benda koleksi museum.
Terbagi menjadi tiga ruang berbeda, di antaranya ruang museum dan pameran (Ruang A), ruang audio visual dan presentasi hasil riset dari pesisir pantai seluruh Indonesi a (Ruang B ruang kerucut), dan ruang administrasi (Ruang C), Museum Gumuk Pasir menyajikan berbagai pengetahuan tentang geospasial.
Berdiri pada tahun 2002 dan ditangani oleh Pemda Bantul, Fakultas Geografi-UGM, dan Badan Koor dinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal), Museum sekaligus laboratorium ini terus berbenah dengan melengkapi berbagai koleksi dan teknologi geospasial. Usaha ini didukung dengan program Litbang Teknologi Surta Pasir , Litbang Pendidikan Ekosistem Pesisir, dan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir. Beberapa jenis bebatuan tampak di ruang museum dan eksibhisi. Koleksi lain berupa tampilan audio visual mengenai berbagai pesisir pantai di Indonesia.
Alamat : Dusun Depok, Parangtritis, Kretek, Kec. Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta
Buka 08.00 – 16.00 WIB (Senin – Sabtu)
Telp : 0274 – 902332, 902336


Lihat juga :  34 Candi di Yogyakarta

Jogja National Museum
32. Jogja National Museum adalah museum dan galeri seni kontemporer yang berdiri di bawah naungan Yayasan Yogyakarta Seni Nusantara (YSSN). Kompleks bangunan JNM merupakan bekas kampus Akademi Seni Rupa Indonesia (sekarang Institut Seni Indonesia Yogyakarta) yang memiliki luas 1,4 ha dan menjadi tempat diskusi dan pameran seni. Ruang pamer yang terdapat di JNM antara lain: Ruang Fine Art Museum Gallery, Pendopo Ajiyasa, Ruang Seni Situs Patung, dan Ruang Situs Kriya. JNM menyediakan galeri khusus bernama Gallery for Citizens yang dapat digunakan oleh para seniman pemula untuk mengadakan pameran secara cuma cuma. Selain ruang pamer terdapat juga fasilitas seperti JNM Art Shop, dan kantin Situs Kriya.
Alamat : Jl. Prof. Ki Amri Yahya No. 1, Gampingan, Wirobrajan, Pakuncen, Wirobrajan, Daerah Istimewa Yogyakarta
Telp : (0274) 586105
Web : www.jogjanationalmuseum.com

Museum Gunung Merapi (MGM)
33. Museum Gunung Merapi ( MGM ) Gunung Merapi sebagai salah satu gunung api teraktif di Indonesia telah menarik dunia dengan tipe letusannya berupa awan panas, yang oleh penduduk lokal disebut wedhus gembel. Museum Gunung Api Merapi dirancang untuk menjadi pusat informasi, penelitian, dan wisata kegunungapian. Untuk itu museum gunung Merapi sangat disarankan untuk dikunjungi. Museum yang memiliki semboyan”Merapi Jendela Bumi” menyajikan fenomena pertumbuhan kubah Gunung Merapi, mitos seputar Gunung Merapi, pos pengamatan Gunung Merapi dari era Belanda hingga era modern. Di Museum Gunung Api Merapi dapat diamati berbagai tipe gunung api dan letusannya di dunia melalui panel museum. Selain itu artefak dari letusan Gunung Merapi tahun 2006 berupa bangkai sepeda motor, alat-alat rumah tangga, serta foto-foto erupsi tahun 2010. Semua disajikan dalam gambar dan foto yang menarik.
Alamat : Jl. Kaliurang Km. 22, Banteng, Hargobinangun, Pakem, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
Telp : (0274) 896498(0274) 869613
Buka : Senin - Kamis Jam 08.00 - 15.30
Jumat 08.00 - 14.30
Senin Tutup
Web :

De Mata Trick Eye Museum
34. Di tempat wisata di jogja ini, pengunjung dapat merasakan sensasi 3D dengan berbagai pose dan latar belakang seperti nyata. Terletak di XT Square Jogja, De Mata Trick Eye Museum memiliki koleksi lebih dari 120 gambar 3D.
Museum gambar 3D ini menyajikan berbagai gambar 3d art mulai dari tema alam, olahraga, angka, binatang, super hero, romance, sirkus, ornamen, termasuk benda-benda dan pertunjukan Kraton Jogja. Ingin merasakan berjalan di jembatan kayu tua dan di bawahnya ada aliran lahar panas, atau Anda ingin merasakan cinta dan menerima bunga dari Sri Sultan HB X, semuanya dapat ditemukan di tempat wisata satu ini apalagi kalau bukan di De Mata Trick Eye Museum.
Alamat : XT Square Gedung UmarKayam, Lantai Basement, Jalan Veteran, Umbulharjo, Daerah Istimewa Yogyakarta
Telp : (0274) 380809
Buka : 10.00 - 22.00
Tiket :Rp. 25.000 ( Hari Biasa ) ; Rp. 35.000 ( Hari Libur)
Web : jogja.dematamuseum.com



Museum Bahari Yogyakarta
35. Tujuan didirikan Museum Bahari Yogyakarta adalah agar masyarakat serta generasi-generasi penerus bangsa Indonesia dapat lebih mengenal tentang dunia kemaritiman khususnya yang ada di Indonesia.
Bangsa Indonesia adalah sebuah bangsa yang besar dengan luas lautan yang lebih luas dibandingkan dengan luas daratannya. Oleh karena itu Indonesia dikenal sebagai sebuah Negara Kepulauan terbesar di dunia. Begitu luasnya lautan yang ada di Indonesia bukanlah menjadi sebuah halangan bagi Bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia sudah sejak dahulu terkenal sebagai pelaut yang tangguh. Hal ini dapat dibuktikan dengan pernah berjayanya Kerajaan yang ada di Indonesia seperti Sriwijaya dan Majapahit yang dimana daerah kekuasaannya mencapai daerah khmer, thailand dan filipina.
Oleh sebab itu sudah sewajarnya kita sebagai generasi penerus bangsa Indonesia harus dapat melestarikan atau paling tidak memiliki wawasan serta pengetahuan tentang kelautan dan maritim bahari. Berawal dari situlah maka Pemerintah Indonesia membuka sebuah Museum yang bernama “Museum Bahari” yang lebih berada di Wirobrajan Yogyakarta. Nama museum ini lebih dikenal dengan nama “Museum Bahari Yogyakarta“.
Banyak koleksi di Museum Bahari Yogyakarta ini yang kami yakin tidak akan anda temukan di tempat lain. Koleksi tersebut antara lain adalah senjata meriam, torpedo buatan rusia, ranjau laut, radar, sonar, teropong, sectan serta miniatur berbagai macam kapal perang.
Alamat : Jl. RE Martadinata No.69, Wirobrajan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta
Telp : (0274) 376691
Buka : 09.00 - 16.00 ( Senin Tutup )
Tiket : Rp. 1.000/per orang
Web : bahari.museumjogja.org


Museum Pendidikan Indonesia
36. Museum Pendidikan Indonesia UNY yang saat ini sudah selesai dalam tahap pengembangan, menempati area seluas 2500 m2. Gedung yang saat ini dikembangkan menjadi MPI UNY adalah Rektorat pertama IKIP Negeri Yogyakarta (UNY jaman dahulu) sebelum berpindah di sebelah utara Gang Guru, Karangmalang dan gedung rektorat yang sekarang. Jadi, secara historis, gedung MPI UNY sendiri memiliki nilai historis bagi UNY. Salah satu rencana jangka panjang MPI yang telah mendapat apresiasi dari masyarakat luas termasuk Kemendiknas adalah rencana untuk menjadikan MPI UNY sebagai pusat penelitian perkembangan pendidikan di Indonesia.
Alamat : Kampus Universitas Negeri Yogyakarta, Jalan Colombo No. 1, Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta
Telp : 0856-4318-8274
Buka : 07.30 - 15.00
Web : mpi.uny.ac.id



Museum Taman Pintar Yogyakarta
37. Disebut Museum Taman Pintar Yogyakarta , karena di kawasan ini nantinya para siswa, mulai pra sekolah sampai sekolah menengah bisa dengan leluasa memperdalam pemahaman soal materi-materi pelajaran yang telah diterima di sekolah dan sekaligus berekreasi. Sejak terjadinya ledakan perkembangan sains sekitar tahun 90-an, terutama Teknologi Informasi, pada gilirannya telah menghantarkan peradaban manusia menuju era tanpa batas. Perkembangan sains ini adalah sesuatu yang patut disyukuri dan tentunya menjanjikan kemudahan-kemudahan bagi perbaikan kualitas hidup manusia.
Menghadapi reality perkembangan dunia semacam itu, dan wujud kepedulian terhadap pendidikan, maka Pemerintah Kota Yogyakarta menggagas sebuah ide untuk Pembangunan “Taman Pintar”.
Dengan Target Pembangunan Taman Pintar adalah memperkenalkan science kepada siswa mulai dari dini, harapan lebih luas kreatifitas anak didik terus diasah, sehingga bangsa Indonesia tidak hanya menjadi sasaran eksploitasi pasar teknologi belaka, tetapi juga berusaha untuk dapat menciptakan teknologi sendiri. Bangunan Taman Pintar ini dibangun di eks kawasan Shopping Center, dengan pertimbangan tetap adanya keterkaitan yang erat antara Taman Pintar dengan fungsi dan kegiatan bangunan yang ada di sekitarnya, seperti Taman Budaya, Benteng Vredeburg, Societiet Militer dan Gedung Agung. Dengan selesainya tahapan relokasi dan pembangunan, Grand Opening Taman Pintar dilaksanakan pada tanggal 16 Desember 2008 yang diresmikan oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono.
Alamat : Jalan Panembahan Senopati No. 1-3, Jl. Panembahan Senopati, Daerah Istimewa Yogyakarta
Telp : (0274) 583713
Buka : Selasa - Minggu Jam 09.00 - 16.00
Web : www.tamanpintar.com



Museum dan Perpustakaan Peta
38. Museum dan Perpustakaan Peta didirikan sebagai sal ah satu usaha untuk meningkatkan pemahaman terhadap arti pentingnya peta. Museum dan PerpustakaanPeta ini berdiri atas prakarsa Prof. Dr. Suratman Worosuprojo, m.Sc., Drs. Sukwardjono. M.S. Diresmikan tanggal 31 Oktober 2008 oleh Duta Besar India HE Mr Biren, Rektor UGM Prof. Sudjarwadi, M.Eng., Ph.D. dan Dekan Fakultas Geografi Prof. Dr. Suratman Worosuprojo, M.Sc. Didalam museum pengunjung dapat belajar tentang banyak hal yang berkai tan erat dengan peta. Museum ini juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan dan pelatihan, pemesanan berbagai alat peraga pendidikan ilmu kebumian, dan pengenalan teknologi informasi. Ilmu ini telah dikenal sejak 7 abad sebelum masehi. Seiring dengan perkembangan teknologi, berkembang pula ilmu kartografi yang antara lain ditandai oleh perubahan dalam proses penyusunan, penggunaan, dan disseminasi peta. Perkembangan ilmu kartografi dari konvensional hingga digital merupakan suatu sejarah yang perlu didokumentasikan untuk dipelajari dan dipahami. Pemahaman tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran tentang arti pentingnya peta dalam berbagai aspek kehidupan.
Alamat : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada, Jl. Kaliurang, Bulaksumur, Yogyakarta
Telp : 0274 6492340, 0274 589595


39. Museum Sejarah Purbakala Pleret di bangun sejak tahun 2004 dan mulai dibuka untuk umum pada tanggal 10 Maret 2014. Museum menyimpan benda-benda koleksi peninggalan Mataram di wilayah Bantul pada umumnya dan Pleret pada khususnya. Umpak Keraton Kerto, Sumur Gumuling, Situs Masjid Agung Kauman Pleret 1, Mimbar dan Umpak Saksi Tegaknya Masjid, Randu Alas Raksasa, Jambhala, Ganesha.
Alamat : Jl. Pleret, Pleret, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta
Buka : 08.00 - 16.00
Tiket : Gratis
Web : pleret.museumjogja.org


Museum HM Soeharto
40. Museum HM Soeharto 
Bangunan memorial ini dibangun oleh adik kandung Jenderal Besar H.M Soeharto, yaitu H. Probosutedjo. untuk mengenang jasa dan pengabdian, serta penghargaan terhadap prestasi dan keberhasilan yang sudah menghantarkan Bangsa Indonesia menjadi bangsa yang bermartabat, maju dan sejahtera, agar nilai-nilai kejuangan yang terkandung didalamnya menjadi pelajaran dan sumber inspirasi bagi generasi penerus.
Bapak Jenderal Besar H.M. Soeharto wafat Pada hari Minggu Wage, 27 Januari 2008 (18 Muharam 1429 H/18 Suro 1941) Jenderal Besar H.M. Soeharto wafat di RS Pertamina Jakarta dan sehari sesudahnya pada Hari Senin Kliwon tanggal 28 Januari 2008(19 Muharam 1429 H/19 Suro 1941) dimakamkan di pemakaman Astana Giribangun, Kabupaten Karanganyar dengan upacara kenegaraan yang dipimpin langsung oleh Presiden RI Bapak Susilo Bambang Yudhoyono.
Alamat : Jl. Nulis - Puluhan, Dusun Kemusuk, Ds. Argomulyo, Sedayu, Argomulyo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta
Buka : 08.00 - 16.00
Tiket : Gratis
Web : hmsoeharto.com
Petunjuk Jalan - Street View - 360 View



Museum Sisa Hartaku
41. Museum Sisa Hartaku
Ketika mengenang kedahsyatan merapi di Jogja, orang yang bertempat tinggal di lereng gunung yang masih aktif, seperti gunung Merapi yang terletak di Kepuharjo, Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55583, memang dilematis. Di satu sisi, lereng gunung Merapi adalah daerah subur yang mampu memberikan kehidupan bagi masyarakat. Di sisi lain, bahaya senantiasa mengancam setiap 4 tahun sekali.
Erupsi yang terjadi di gunung Merapi selalu menyisakan jejak-jejak peninggalan. Tak mengherankan, tidak lama setelah erupsi, banyak orang berdatangan untuk menyaksikan situasi dan kondisi pasca erupsi. Situasi seperti ini mendatangkan keuntungan tersendiri bagi masyarakat. Kreatifitas masyarakat akan mendatangkan keuntungan. Ada yang tergerak untuk menyediakan sarana transportasi seperti jeep, motor trail, atau bahkan jasa ojek. Ada yang berjualan makanan dan minuman. Ada yang berjualan souvenir khas merapi.

<<       >>

1 2